Saturday , 6 June 2020
Home / Sejarah Desa Tanjung

Sejarah Desa Tanjung


Desa Tanjung menurut sejarahnya  merupakan Desa tertua di Kecamatan Bunguran Timur Laut, dan Desa Tanjung  merupakan Desa Induk dari Desa Limau Manis pada Tahun 2006. Desa Tanjung dipecah menjadi dua (2)  bagian, di bagian Selatan terbentuklah Desa Baru yang diberi nama yaitu Desa Limau Manis sedangkan disebelah Utara  merupakan Desa Induk yaitu Desa Tanjung dan Desa Tanjung merupakan Ibu Kota Kecamatan Bunguran Timur Laut melalui Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 16 Tahun 2006 tanggal 1 Desember 2006, dan Desa Tanjung Terbentuk melalui Peraturan Daerah II Kepulauan Riau pada waktu itu.

Pada saat itu juga dilantik pejabat Kepala Desa pertama sebelum pemilihan Kepala Desa yang Depenitif  diperkirakan pada tahun 1899, Sebagai Kepala Desa Tanjung Sampai saat ini terdapat 15 (Lima Belas) orang yaitu sebagai berikut :

No Nama Tahun Bertugas keterangan
1 Kepala Kampung (Kawal) 1899 –1909
2 Kepala Kampung (Ismail) 1909 – 1919
3 Sulaiman 1919 – 1967
4 Saheh 1967 – 1968 Pjs. Kades
5 Wan Lempam 1968 – 1970 Pjs. Kades
6 Rakimin 1970 – 1971 Kades
7 Harun 1971 – 1973 Pjs. Kades
8 Busman Ali 1973 – 1990 Kades
9 Harun Alrasyid 1990 – 1993 Kades
10 Drs. Makmur 1993 – 1999 Pjs. Kades
11 Wan Budjang Hairani 1999 – 2008 Kades
12 Salikin 2008 – 2008 Pjs. Kades
13 Wan Budjang Hairani 2008 – 2013 Kades
14 Z a r i n 2013 – 2014 Pjs.Kades
15 Musmulyadi 2014 – 2018 Kades
16 Syuparman, S.E 2018 – 2019 Pjs. Kades
17 Hasbullah, S. Sos 2019  – 2020 Pj. Kades

Selama periode 1899 – 2020 ini telah berbagai bidang/sektor pembangunan telah dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan dari  Desa  yang lain. Berbagai program/kegiatan yang didanai oleh Pemerintah, baik pemerintah  Pusat, Provinsi kepulauan Riau dan Kabupaten Natuna telah dikucurkan untuk memenuhi sarana dan prasarana Desa mulai dari sarana dan prasana jalan, jembatan, air bersih,  pendidikan, kesehatan, perkantoran, pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya.  Kesemuanya itu adalah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi  masyarakat. Keberhasilan pembangunan Desa  sekurang-kurangnya dapat dilihat atau diukur dari berbagai indikator, antara lain:

  1. Tersedianya pelayanan kesehatan yang cukup dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.
  2. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang dapat dijangkau masyarakat dan kualifikasi tenaga guru baik.
  3. Tersedianya infrasruktur yang memenuhi kebutuhan dasar
  4. Tersedianya lapangan kerja produktif.
  5. Meningkatnya daya beli masyarakat .
  6. Terpenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau semua lapisan masyarakat
  7. Pelayanan birokrasi yang prima oleh aparatur bagi masyarakat.
  8. Penegakan hukum yang konsisten dan pasti.
  9. Tingkat partisifasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan/kegiatan.

Jika ditinjau dari berbagai indikator tersebut di atas  maka kondisi Desa Tanjung  saat ini  sudah menunjukkan   gejala   pertumbuhan   dan  perkembangan  ke arah  yang lebih  baik  dari  tahun – tahun sebelumnya. Pelayanan kesehatan yang ada saat  ini ( PUSKESMAS , PUSTU dan POSYANDU ) sudah tersedia dengan dilengkapi beberapa orang Dokter, Bidan dan Perawat. Dalam dunia Pendidikan juga sudah tersedia Sekolah SMAN, SMPN, SDN, TK, PAUD, MDA dan TPQ. Pembagunan infrastruktur dasar sudah Banyak dilakukan, mulai pembangunan kantor-kantor Pemerintah sampai pembukaan jalan-jalan dan jembatan  baru.